Kuassa, Developer Plugin Lokal dengan Prestasi Internasional

By on July 27, 2015

Kuassa, developer plugin VST/AU/AAX/Reason Rack Extension dari Bandung

Banner Blog - KuassaDi jaman internet saat ini dimana sudah tidak ada batas-batas negara lagi karena semua negara menjadi penduduk ‘kampung global’, musisi dan SE membutuhkan cara berpikir yang ‘out-of-the-box’, menembus batas negara. Ungkapan ini sangat tepat untuk menggambarkan situasi sekarang : ‘Think Locally, Act Globally‘ atau ‘Think Globally, Act Locally‘ ya ? Lupa he he he…

Baca artikel Berkarya di Jaman Digital, Sebuah Pemikiran untuk Musisi dan Sound Engineer !

Kali ini ArtSonica menjumpai Kuassa yang sudah melakukan hal ini beberapa tahun belakangan. Kuassa adalah music technology company dari Indonesia. Mungkin developer pertama di Indonesia yang membuat software audio dalam bentuk plug-in (VST/AU/AAX/Reason Rack Extension) komersial (berbayar), bukan sekedar plugin gratisan.

Kuassa, developer plugin Indonesia dengan prestasi dunia !

Kuassa, developer plugin Indonesia dengan prestasi dunia !

Sampai Juli 2015 ini, tercatat sudah ada 500.000 alias lima ratus ribu orang sedunia (Yup…bukan 500, bukan 5000 atau 50.000 :) ) yang sudah mendownload plugin-plugin Kuassa baik yang freeware maupun demo / trial dan yang berbayar !

Plugin-plugin Kuassa sudah jadi langganan review majalah-majalah audio internasional seperti Computer Music, Future Music, MusicTech dll bahkan di situs VST ternama www.kvraudio.com, Kuassa mempunyai sub-forum khusus dimana sub-forum khusus ini hanya tersedia untuk developer VST yang punya produk yang bagus saja.

Kuassa juga mendapat kesempatan untuk ikut event Digital Content Expo di Tokyo pada bulan November 2012 sebagai wakil dari Indonesia bersama banyak developer software pilihan dari berbagai negara. Pada event APICTA 2012 di Brunei Darussalam, mereka juga berhasil meraih penghargaan Merit Awards, juga Bandung Top Creative Product 2015 Award. Lengkapnya bisa dibaca di http://www.kuassa.com/about-us/press/. Bangga gak kita sebagai musisi /SE Indonesia ? Pastilah !




Kuassa berdiri sejak tahun 2008 dan saat itu dijalankan hanya oleh 3 orang :

  • Arie Ardiansyah (programming, software engineering & gitaris Disconnected)
  • Grahadea Kusuf (business, design, management & synth-player HMGNC)
  • Adhitya Wibisana (technical support, audio engineering & bassist Helmproyek)
Tiga pendiri Kuassa yang berasal dari Bandung

Tiga pendiri Kuassa yang berasal dari Bandung

Sekarang mereka mempunyai tim yang layaknya ada di sebuah perusahaan yaitu ada Creative Director, IT Director, Graphic Designer, DSP Programmer & Community Manager. Cek mereka semua di http://www.kuassa.com/about-us/





Sampai saat ini, Kuassa telah memproduksi banyak produk software / plugin yaitu :

  1. Amplifikation Lite (gratis), cek di : http://www.kuassa.com/products/amplifikation-lite
  2. BasiQ EQ (gratis), cek di : http://www.kuassa.com/products/basiq
  3. Amplifikation CM (gratis – hanya bisa didapatkan dari DVD majalah Computer Music), cek di : http://www.musicradar.com/computermusic/computer-music-174-drum-n-bass-2012-on-sale-now-522441)
  4. Premix CM (gratis – eksklusif untuk DVD majalah Computer Music), cek di : http://www.musicradar.com/computermusic/kuassa-premix-cm-free-vst-au-saturation-and-eq-plugin-584235
  5. Amplifikation One (berbayar), cek di : http://www.kuassa.com/products/amplifikation-one
  6. Amplifikation Crème (berbayar), cek di : http://www.kuassa.com/products/amplifikation-creme
  7. Kratos Maximizer (discontinued – berbayar), cek di : http://www.kuassa.com/products/kratos-maximizer
  8. Cerberus Bass Amp (berbayar0, cek di : http://www.kuassa.com/products/cerberus-bass-amplifikation
  9. Amplifikation Vermilion (berbayar), cek di : http://www.kuassa.com/products/amplifikation-vermilion
  10. Kratos 2 Maximizer (berbayar), cek di : http://www.kuassa.com/products/kratos-2-maximizer
  11. Eve-MP5 50’s Equalizer (berbayar), cek di : http://www.kuassa.com/products/eve-mp5-equalizer
  12. Eve AT Series Equalizer (berbayar), cek di : http://www.kuassa.com/products/eve-at-series
  13. Dan versi Reason RE (Rack Extension) dari beberapa plugin di atas !
Cerberus Bass Amplifikation

Cerberus Bass Amplifikation, salah satu plugin dari Kuassa

Cek daftar semua produk plugin mereka di http://www.kuassa.com/products/

Yang membanggakan, plugin-plugin Kuassa banyak digunakan musisi / artis mancanegara seperti sebagian ini :

  • Dieter Hartman. Movie, TV, and video game composer untuk title-title besar seperti Butterfly Effect, Guardians of the Galaxy, The Day The Earth Stood Still, Watchmen, Assasin’s Creed III, dsb
  • Tony Vincent. Broadway composer, songwriter, dan finalis The Voice America
  • Barry Dunaway. A gifted and versatile singer and bass player (38 Special, The Guess Who, Survivor, Yngwie Malmsteen, Pat Travers Band, Saraya, Whiteface, Riggs, dll.)
  • Drop Out Orchestra. DJ/Producer Funk/Soul asal Swedia yang sudah pernah me-remix TLC, Craig David, Robyn, Bag Raiders, dan lain-lain.
  • Mixing album Anova Skyward oleh Scott Chesworth, cek infonya disini !
  • The Boris Karloff Syndrome, duo industrial/metal/soundtrack dengan album Kopophobia, cek infonya disini !
  • Navire Creux, post metal project dari Singapore, cek infonya disini !
  • Album Pieces (2014) dari Adam Fielding, cek infonya disini !
  • dan banyak lagi lainnya !

Dan tentunya ulasan majalah atau website internasional tentang produk Kuassa semakin meyakinkan kita semua bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi developer lokal untuk berkarya dan di kenal sedunia. Berikut sebagian ulasannya :

Berikut ini wawancara ArtSonica dengan Kuassa…



Kapan mulai belajar program plugin & kenapa tertarik ?

Arie : Saat lagi mengerjakan skripsi, sekitar tahun 2006. Tertarik karena pada saat itu baru beli soundcard dan di soundcard tsb dikasih program recording dan plug-in2 VST, jadi penasaran ikutan bikin, terus belajar. 

Bisa ceritakan ttg Kuassa & bagaimana semuanya dimulai dan bagaimana posisi Kuassa saat ini ?

Grahadea : Pada awalnya, roots Kuassa adalah project free plugins milik Arie: http://aradaz.blogspot.com, pada saat menjalankan sebuah usaha recording/mixing studio bareng bertitel Infinite Labs, kami menyadari potensi bisnis untuk merilis pliugin buatan sendiri. Selain itu, Kuassa adalah project aktualisasi thesis S2-saya saat menyelesaikan studi di MBA-ITB.

Apa achievement tertinggi yg pernah didapat Kuassa ?

Wah kayanya kalau yang “tertinggi” susah dijabarkan, tapi diantaranya:

  • Essential Selection, MusicTech Focus: Plug-ins. Musictech Magazine (Amplifikation Creme)
  • Essential Free Plugin Selection 2010: Amp Simulator Software. Computer Music (Amplifikation Lite)
  • Best guitar amp sim, user polling musicradar.com (Amplifikation One)
  • Kratos Maximizer mendapat skor 9/10 dari majalah Computer Music
  • Mendapat nilai 4.5 dari 5 di web www.Audiofanzine.fr
  • Performance Award and Value Award. Computer Music Magazine
  • Merit Awards for New Media & Entertainment Category, Asia-Pacific ICT Awards (APICTA)

Sebagai SE, apakah skill sebagai programmer plugin membantu dalam hal produksi musik ? Dalam hal apa ?

Tidak juga sih sebenernya… hahahaha…. Justru sebaliknya, pengetahuan sebagai SE membantu dalam pembuatan plugins 😀

Saat memprogram suatu plugin, bagaimana approachnya ? Apakah pelajari plugin yg ada lalu membuat yg lebih baik atau pelajari hardware atau apa ?

Apapun! Puluhan plugins kami bandingkan, belasan ampli kami tes, ratusan skema hardware kami baca, dan yang dikarang sendiri tentunya lebih banyak lagi :)

Semua cara, semua metode kami coba & pelajari. Lalu kami ambil yang dirasa terbaik untuk produk tersebut. Semacam mix & match lah.

Kami juga fokus ke user-friendliness.  Tampilannya didesain se-simple mungkin, pokoknya intinya adalah bagaimana user yang ngga ngerti apa2 pun bisa donlot lalu install dan langsung pake, (sebisa mungkin) tanpa baca manual.

Nama-nama plugin Kuassa sangat unik seperti Cerberus, Amplifikation, Creme, Eve dll. Siapa sih yang memilih nama plugin dan idenya darimana ?

Kalau Kratos antara Dea, Arie atau Adhit yang kasih nama (lupa), kalo Creme Dea yang kasih nama, Cerberus dan EVE (Extensive Vintage Equalizer) itu Adhit yang kasih nama, jadi ya… itu masing-masing kasih ide dan dirembukin bareng-bareng, begitu… Ada yang meneruskan nama berdasarkan “spektrum warna” dari yang dilakukan Arie di Aradaz Amp, ada juga yang memilih nama berdasarkan sifat dari si plugin itu, misalnya Cerberus (anjing berkepala tiga) karena ada 3 jenis amp, begitu.

Udah dapat uang berapa dari jual plugin ? :)

Banyak :D

Yang jelas pekerjaan kami sekarang 100% di Kuassa, didampingi maen band lah…

Adhit : Kecuali saya yang juga merangkap sound engineer untuk studio & live.

Apa rencana Kuassa di masa depan ?

Wah banyak, dari produksi-distribusi produk fisik/boxed, buka market dalam negeri, kolaborasi dengan artis luar, kolaborasi dengan produsen hardware, pameran di NAMM/Messe, dan lisensi teknologi kami ke market B2B.

Kalau dari segi produk, saat ini dukungan terhadap AAX Protools jadi prioritas utama tahun ini, lalu diteruskan ke produk baru yang rencananya akan jadi produk terbesar kami (secara skala produksi), yang rencananya akan mendukung seamless integration antara desktop, mobile, dan live.

Sementara itu yang sedang kita kejar, mohon doanya dari ArtSonica dan pembaca sekalian yaa…

Bagaimana pendapat kalian tentang crack software ? Apakah plugin Kuassa juga kena akibatnya ?

Tentu kita terkena akibatnya. Kita pernah nemu bajakan software kita sendiri di ratu plaza, dan pernah juga kita baru rilis satu update, dan hanya dalam tempo 3 hari sudah beredar bajakannya dengan link-link filesharing semacam megaupload, filesonic, dll… Eeeehhh sekarang mereka di shut-down :D ! hahaha..

Sebenarnya tidak ada yang bisa kita lakukan untuk itu, karena versi bajakannya pasti akan selalu beredar, tapi kami optimis bahwa pembeli akan selalu ada. Berharap saja kalau suatu ketika pengguna software bajakan itu akan membeli software kami disaat sudah memberikan manfaat ekonomis untuk mereka.

Selain itu, sering juga ada user/customer kami yang memberi laporan via email bahwa suatu situs tertentu mencantumkan link bajakan software kami.

Infinite labs banyak bekerja memproduksi band indipenden, bagaimana pendapatmu ttg mereka ?

Adhit : Buat saya, pembahasan “band indie & band major” itu sama basinya dengan membahas Playstation vs Xbox, atau Windows vs Mac. Saya pikir band2 indie itu gak ada bedanya dengan band2 lain. Ya, mungkin jalur, cara atau ideologinya aja yang tidak konvensional.  Banyak dari band2 tsb yang rekaman di studio yang sama, dikerjakan oleh engineer yang sama, menggunakan gears yang sama, menghabiskan puluhan shift untuk produksi (yang lebih dari seratus juga ada). Yang bagus banyak, yang jelek juga ada.

Jaman sekarang kami pikir musisi2 harus membuka pikiran lebih luas, kesempatan terbuka lebar melalui berbagai media, apalagi lewat internet. Pola pikir “harus dapat (major) label” itu harus didampingi atau diganti dengan pemikiran “bagaimana bila tidak melalui label”. Siapapun bisa pake dari Facebok, Twitter, Bandcamp, Reverbnation, sampe ke iTunes atau Netlabel untuk mencari “akses untuk eksis” =))

Kalau ditanya “mengapa klien-nya (hampir) semua band indie?”  Sebenernya sih kami tidak pilih2 klien. Mungkin karena orang2 lihat kami ada interest ke situ dan mungkin juga hasil kerja kami dinilai bisa  mewakili “sesuatu” yang tidak konvensional itu, jadi dapet klien nya mayoritas yang begitu juga.

What’s the meaning of life ? :)

Grahadea : Doing what you want to do, putting your passion through it, and making money through it.

Do your best. Gak usah bawa2 slogan “Demi masa depan musik blablabla…”, pokoknya “Do your f’ckin best.

Adhit : More ways to die, more reasons to live.

Arie : WIN or die!

Apa harapanmu utk SE Indonesia ?

“Do your best. Gak usah bawa2 slogan “Demi masa depan musik blablabla…”, pokoknya “Do your f’ckin best.”

Demikian bincang-bincang singkat kita kali ini, mudah-mudahan memberi wawasan kepada kita semua, sukses utk Kuassa !

Semoga bermanfaat !



#ArtSonicaMeme, Kumpulan Meme Musik & Audio Lucu
Pusing Mengurus Studio Rekaman & Latihan ? Pakai Aplikasi Freeware ini !

About admin

Coming from a galaxy far far away, I love to be in this planet earth to serve you all audio guys at ArtSonica !

One Comment

  1. Pingback: Berkarya di Jaman Digital, Sebuah Pemikiran untuk Musisi dan Sound Engineer - ArtSonica Blog by Agus Hardiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *