DAW Studio One versi 3 di Rilis, Apa Saja Fitur Barunya ?

By on May 21, 2015

Studio One versi 3 Menambahkan Banyak Fitur Baru yang Keren !



Software DAW Studio One versi 3 yang ditunggu-tunggu akhirnya dirilis ! Studio One versi awal yang di rilis pada Agustus 2009, mengguncang dunia audio karena sangat user friendly dengan fitur-fitur software yang berbeda dengan DAW-DAW lain yang sudah established. Presonus sendiri sebagai perusahaan yang sarat dengan inovasi memang membuat banyak user penasaran, apa yang ada di versi terbaru DAW ini….mari kita bedah !

studio_one_professional

Start Page Studio One yang saat dulu pertama kali di rilis cukup revolusioner (karena sebelumnya DAW lain tidak ada halaman khusus seperti ini, juga tidak ada update news via internet dsb yang akhirnya ditiru banyak DAW seperti Cubase, Nuendo, Pro Tools dan lainnya), mengalami perubahan kosmetik yang minor :

studio_one-start_page

Studio One adalah DAW yang pertama kali membuat Start Page yang akhirnya diikuti DAW ternama lainnya seperti Cubase, Nuendo, Pro Tools

Song Page Studio One dimana sebagian besar waktu kita habiskan untuk memproduksi lagu seperti merekam data audio, merekam MIDI dengan virtual instrument, editing, memixing lagu, mengalami perubahan kosmetik juga :

studio_one-song_page

User Interface Studio One versi 3 lebih nyaman dan mewah daripada versi sebelumnya

Fitur baru dari Studio One adalah ‘Arranger Track’ dimana kita dapat menyusun struktur lagu mulai dari intro, verse (bait), chorus (reff) dst secara fleksibel. Dengan fitur ini, kita sebagai arranger bisa mencoba berbagai macam versi aransemen / struktur lagu, tanpa perlu meng-copy paste data ke bagian lain atau membuat file lagu baru. Sebagai info, fitur ini sudah ada di DAW Cubase versi 4 sejak tahun 2006 atau Logic Pro versi 10 di tahun 2013, walau begitu, fitur ini pada Studio One di lengkapi dengan fitur Stratch Pad (baca setelah ini) yang semakin melengkapi kenyamanan bekerja membuat musik di Studio One :

studio_one_arranger_track

Tambahan fitur Arranger Track pada Studio One versi 3

Selain fitur Arranger Track, ada fitur baru Stratch Pad yang berhubungan dengan Arranger Track tsb. Disini kita dapat mencoba berbagai macam versi aransemen tanpa perlu membuat file Song yang berbeda. Fitur ini tidak ada pada DAW lain, jadi dalam hal ini, Cubaseatau Logic Pro yang mempunyai fitur Arranger Track,  terasa kurang fleksibel. Sebagai contoh, pada Studio One versi 3, kita dapat mencoba 4 versi aransemen untuk bagian bridge sampai kita (atau klien kita) menentukan versi musik mana yang akan digunakan :

studio_one-stratch_pad

Stratch Pad bersama dengan Arranger Track memudahkan kita membuat berbagai macam versi aransemen

Seperti versi sebelumnya, Studio One tidak membatasi kreativitas kita. Pada versi Profesional, jumlah track audio dan MIDI, virtual instrument, Insert, Send, Bus yang tersedia tidak dibatasi alias unlimited !

Proses audio dilakukan pada resolusi 64-bit sehingga berapa banyakpun plugin yang kita gunakan, tidak terjadi penurunan kualitas audio.

studio_one_no_limits

Studio One versi 3 menggunakan 64-bit pada pemrosesan audionya

Ada dua plugin virtual instrument baru dari Studio One versi 3 yaitu Mai Tai polyphonic analog modeling synth dan Presence XT sampler. Presence XT memungkinkan kita membuat soundbank sampling sendiri seperti yang bisa dilakukan dengan VSTi seperti Kontakt. Presence XT sendiri mempunyai soundbank yang lengkap, mencapai 14GB :

studio_one-inspiring

Dua plugin virtual instrument terbaru dari Studio One versi 3 adalah Mai Tai polyphonic analog modeling synth dan Presence XT sampler

Salah satu fitur baru yang menarik dan akan sangat bermanfaat bagi music producer adalah adanya Extended FX Chain. Pada DAW lain, FX chain hanya berupa seting rangkaian beberapa plugin saja, pada Studio One, bukan hanya rangkaian plugin yang bisa di simpan, seting hardware processing pun bisa di simpan juga berbarengan dengan seting plugin. Uniknya, Studio One secara otomatis mengatur sendiri kompensasi delay karena penggunaan hardware processing ini, kita tidak perlu ribet-ribet mengatur secara manual ! Bayangkan, kita bisa menyimpan seting preset misalnya untuk lead vocal yang merupakan gabungan plugin dan hardware. Bahkan seting ini bisa di aplikasikan pada suatu bagian saja misalnya pada clip audio / MIDI tertentu tanpa perlu automation dan tanpa perlu di render / mixdown terlebih dahulu.

Selain itu, kalau pada DAW lain Insert FX biasanya serial, jalur audionya berurutan dari atas ke bawah, pada Studio One, ada fitur Splitter dimana audio bisa dibagi / di pecah menjadi 5 jalur dan bisa disusun sebagai rangkaian yang paralel atau rangkaian yang berbeda antara channel kiri dan kanan serta rangkaian berbasis frekwensi, seperti layaknya suatu crossover hardware…WOW ! :

extended_fx_chains

Extended FX Chain yang memungkinkan penggabungan plugin dan hardware dalam satu preset FX

Mau lihat fitur Extended FX Chain beraksi ? Tonton video mixing vokal ini :

Ada fitur Pre-Record dimana setiap performance musisi akan selalu direkam walau kita tidak sedang dalam mode merekam atau lupa / telat menenekan tombol Record. Ini untuk memastikan bahwa performance terbaik yang tidak disangka-sangka terjadi pada saat kita belum menekan tombol Record, tetap bisa di-capture ! Bahkan pada saat live band recording, baik sebagai track audio ataupun MIDI, setiap musisi bisa menggunakan seting metronome yang berbeda, misalnya drummer meminta metronome / click yang berbunyi setiap not 1/16, sedangkan gitaris meminta metronome dengan ketukan 1/8 dan vokalis membutuhkan metronome 1/4…semua bisa !

Penambahan fitur baru lainnya adalah Step Record dimana kita dapat merekam suatu performance tanpa mengikuti metronome tetapi hasilnya tetap cocok dengan tempo yang di inginkan. Contoh, pada lagu cepat, ada bagian yang membutuhkan kita memainkan not yang sangat cepat / rapat, dengan Step Record ini, kita bisa bermain tanpa mengikuti metronome dan hasilnya tetap sesuai dengan tempo lagu. Fitur ini khusus untuk track MIDI / virtual instrument. Fitur ini juga sudah ada pada DAW Cubase sejak dahulu, walaupun begitu, penambahan fitur ini sangat dinantikan user termasuk saya :

studio_one_step_recording

Fitur Pre-Record dan Step Record pada Studio One

Studio One adalah DAW pertama dan satu-satunya yang mengintegrasikan Melodyne Essential seharga $99 sebagai editor untuk track audio. Daripada membuat sendiri editor pitch seperti DAW lain, Studio One menggandeng Celemony dengan Melodyne-nya yang mendapat Technical Grammy Award, suatu langkah yang sangat pintar ! Fitur ini tersedia dalam kerangka teknologi ARA (Audio Random Access) dan ada pada Studio One versi Professional.

Walaupun fitur ini sudah ada pada Studio One versi 2, fitur ini sangat membantu kita saat mengedit data audio monophonic karena implementasinya bukan dengan sistem plugin tetapi Melodyne menjadi audio editor standar kalau kita memilih menu ‘Edit with Melodyne’ :

studio_one-melodyne

Fitur ‘Edit with Melodyne’ pada Studio One Pro

Melengkapi fitur Melodyne di atas, Studio One memungkinkan kita merekayasa performance musisi yang kurang bagus menjadi bagus. Fitur Transient Detection, Pitch Shift dan Time Stretch pada Studio One melebihi DAW lain (tunggu saja video perbandingan fitur ini dengan DAW lain). Fitur élastiquePro baru saja di update ke versi 3 untuk menghasilkan kualitas audio yang prima. Selain itu, bahkan kita dapat mengambil groove suatu performance untuk di aplikasikan ke track lain :

transient_detection

Comping track pada Studio One sangat mudah dan dengan kualitas audio yang maksimal

Dalam hal mixing, Studio One melengkapi plugin bawaannya dengan kualitas yang bagus dan sejak dulu (versi 1 tahun 2009) merupakan DAW pertama dengan plugin EQ bawaan yang ada visual frequency spectrum (yang saat ini sudah ditiru oleh DAW lain seperti Cubase). Juga ada plugin bawaan Fat Channel yang diambil dari hardware mixer StudioLive dengan pemrosesan audio pada 64-bit :

studio_one-defining_mixing

Plugin Fat Channel bawaan Studio One

Dan tentunya fitur manajemen data dari Studio One yang memungkinkan kita bekerja dengan nyaman walau ada puluhan bahkan ratusan track, bus, send yang pada DAW lain memperlambat kita kerja. Fitur seperti Folder Track yang otomatis bisa dibuat Bus tanpa langkah yang panjang seperti pada Cubase atau Pro Tools, sinkronisasi antara track dengan mixer termasuk warnanya, Marker, Arranger Track, alternatif editing dan Stracth Pad untuk menyimpan banyak ide dalam satu file, Multi Instrument yang kita bisa buat sendiri dengan menggabungkan plugin VSTi dengan hardware misalnya keyboard, sound module dsb, Extended FX Chain…ini semua sesuai dengan visi Studio One yaitu UNLIMITED EVERYTHING !

Satu fitur penting dari Studio One Pro sejak versi 1 adalah Project Page dimana ini adalah bagian yang berbeda dengan Song Page. Project Page khusus digunakan untuk mastering dengan fitur-fitur seperti burn langsung menjadi CD audio tanpa meninggalkan DAW, upload ke Soundcloud dan internet (fitur ini akhirnya ditiru oleh DAW Cubase, Pro Tools dan DAW lain), export file DDP (Disc Description Protocol) yang digunakan pabrik pengganda CD dan fitur-fitur lainnya khusus untuk mastering.

Dengan Project Page ini, kita dapat membuat suatu produksi musik apapun tanpa perlu pindah ke software lain :

studio_one-project_page

Project Page pada Studio One Pro untuk mastering, fitur yang tidak ada pada kebanyakan DAW

Ingin mencoba Studio One Pro selama 30 hari ? Download di http://studioone.presonus.com/try-studio-one (227MB diluar soundbank)

Yang ingin membeli Studio One, cek di https://shop.presonus.com/products/studio-one-prods

Semoga bermanfaat !

Lomba Jingle Kompas TV & PT Pos Indonesia Berhadiah Rp 50 juta !
Lomba Cipta Lagu / Jingle Cagar Budaya Berhadiah Total Rp80juta

About Agus Hardiman

I’m a music producer, book author, audio lecturer & music technology story teller ! Check my portofolio at http://www.AgusHardiman.com

2 Comments

  1. Pingback: Mixing Vokal Menggunakan Extended FX Chain pada Studio One versi 3 – ArtSonica Blog by Agus Hardiman

  2. Pingback: Seminar Mixing with Attitude di Bandung Bareng Agus Hardiman - ArtSonica Blog by Agus Hardiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *