[MITOS] Audio Interface USB v3 lebih baik daripada v2 dan v2 lebih baik daripada v1, Benarkah ?

By on April 22, 2015


Selama ini saya banyak mendengar mitos di kalangan pemula, bahkan di kalangan engineer yang sudah lama bekerja di dunia audio bahwa Audio Interface USB v3 itu PASTI lebih baik daripada USB v2.

Demikian juga pendapat USB v2 PASTI lebih baik daripada v1 dst dsb.

Alasannya karena transfer rate USB v3 lebih besar daripada v2 dan v1 sehingga logikanya, data bisa ditransfer lebih cepat pada USB v3 yang pada akhirnya latency pun menjadi kecil. Nah apakah ini benar ?

Mari kita buktikan ๐Ÿ˜€

Berikut ini tabel transfer rate USB pada berbagai versi :

Versi USBTransfer Rate
USB 1.012 Mbit/s
USB 2.0480 Mbit/s
USB 3.05 Gbit/s

Yang harus di pahami adalah bahwa kecepatan transfer data audio itu selalu fixed pada nilai tertentu. Contoh pada sample rate 44,1 kHz itu berarti data ditransfer dengan kecepatan 44.100 sample per detik.

Demikian juga 48 kHz dengan kecepatan data 48.000 sample per detik dst dst.

Kalau lihat tabel di atas, yang membesar bukanlah kecepatan transfer datanya tetapi bandwidth atau besarnya data yang bisa di transfer. Ini yang kurang dipahami kebanyakan orang.

Selanjutnya, mari kita lihat kebutuhan kita saat menggunakan audio interface.

Pada audio interface dengan 2 input dan 2 output, maksimal data yang disalurkan adalah menggunakan rumus berikut :

Total jumlah data audio per detik = Sample Rate x Bit Depth x Channel

Catatan :

  • Sample Rate adalah banyaknya sample per detik (satuannya ‘Hz’ atau ‘sample/detik’).
  • Bit Depth adalah banyaknya bit yang digunakan untuk menyimpan setiap sample (satuannya ‘bit’).
  • Channel adalah banyaknya jalur data yang digunakan (mono = 1 channel, stereo = 2 channel dst).
  • Pada saat mengubah dari bit ke kbit (kilobit) dan ke Mbit (megabit) dan ke Gbit (gigabit) , faktornya adalah 1.024, bukan 1.000 ! Ini karena digital adalah bilangan berbasis biner, yaitu 2 pangkat 10 (=1.024)

Dengan asumsi audio interface tsb hanya bisa maksimal Sample Rate 48kHz (normal di interface 2in/out), dan Bit Depth 24 bit, maksimal 4 channel data yaitu 2 in + 2 out, maka rumus di atas menjadi :

= 48.000 sample/detik x 24 bit x 4 channel

= 4.608.000 bit/detik

= 4.500 kbit/detik

= 4,39 Mbit/detik

Hasil perhitungan di atas terlihat bahwa audio interface dengan 2 in / 2 out hanya membutuhkan bandwidth atau besaran data transfer maksimal sebesar 4,39 Mbit/detik.

Nah sekarang bandingkan dengan USB v1, berapa bandwidth datanya sesuai tabel di atas ? Ternyata 12Mbit/detik !

Sekali lagi, lihat diatas…audio interface dengan 2 in / 2 out hanya membutuhkan maksimal 4,39Mbit/detik saat transfer data !

Terlihat jelas bahwa USB v1 sekalipun sebenarnya sudah sangat mencukupi untuk audio interface dengan 2 in / 2 out, tidak membutuhkan koneksi USB v2 bahkan v3 (setelah ini akan ada penjelasan kenapa audio interface saat ini berkoneksi USB v2).

Ini analoginya seperti jalan tol yang ada 2 jalur (=USB v1) atau 4 jalur (=USB v2) atau bahkan 6 jalur (=USB v3) yang tidak ada gunanya banyak jalur tsb karena mobil yang lewat hanya SATU JALUR (=interface 2 in / 2 out) !

Analogi audio interface USB v3 VS v2 VS v1

Jalan tol yang banyak jalur akan percuma jika mobil yang lewat hanya ada 1 jalur !

Nah bagaimana dengan audio interface dengan misalnya 4 in & 4 out ?

Mari kita hitung ! Catatan : Ada 8 channel maksimal yaitu 4 in + 4 out :

= 48.000 sample/detik x 24 bit x 8 channel

= 9.216.000 bit/detik

= 9.000 kbit/detik

= 8,79 Mbit/detik

Terbukti lagi kalau audio interface dengan 4 in / 4 out sekalipun hanya butuh bandwidth 8,79 Mbit/detik !

Masih di bawah bandwidth USB v1 yang 12 Mbit/detik ! Kaget ? Pastinya ๐Ÿ˜€

Itu sebabnya pada jaman interface masih menggunakan USB v1, tidak ada masalah apa-apa.

Juga sewaktu ada USB v2, jutaan musisi rekaman dengan itu tanpa masalah juga, tanpa perlu menggunakan koneksi USB v3 ๐Ÿ˜€

Jadi bagaimana ?

Apakah audio interface 2 in / 2 out butuh USB v3 untuk bisa transfer data dengan latency kecil ? Ternyata ini HANYA MITOS SAJA !

Terbukti bahwa audio interface 2 in / 2 out dan bahkan 4 in / 4 out sebenarnya tidak butuh USB v2 apalagi v3 untuk bisa bekerja dengan maksimal !

Lalu…kenapa sekarang umumnya koneksi USB yang dipakai audio interface adalah versi 2 (dan nantinya v3) ?

Nah, itu disebabkan di pasaran, koneksi dari komputer / laptop yang tersedia umumnya adalah versi 2, jadi audio interface yang tadinya menggunakan USB v1 mengikuti walau tidak ada keuntungan apa-apa selain masalah kompatibilitas. Tentunya juga karena memang ada alat yang membutuhkan bandwidth data yang lebih besar daripada yang disediakan USB v1 seperti audio interface 8 in / 8 out (atau lebih) atau alat-alat video dll !

Nantinya pada saat koneksi USB v3 menjadi umum dan mayoritas komputer juga menggunakan koneksi ini, audio interface USB yang 2 in / 2 out pun (dan yang 4 in / 4 out) akan menggunakan koneksi USB v3, lagi-lagi tanpa keuntungan apapun selain supaya kompatibel !

Nah, masalah sebenarnya yang menyebabkan latency tinggi adalah hal lain, BUKAN sekedar masalah koneksi USB v1 atau v2 atau v3 yaitu :

  • Kestabilan driver audio dari audio interface.
  • Spesifikasi komputer yang dipakai untuk produksi musik.

Contoh, pada audio interface kelas bawah / murmer, kadang-kadang pabriknya tidak menyediakan banyak budget untuk menyewa programmer driver yang handal (kan jualnya murah, gak mampu bayar lah).

Akhirnya, driver yg disediakan kurang stabil…TIDAK ADA HUBUNGAN dengan USB v1 atau v2 atau v3…Pakai USB v3 kalau drivernya payah, ya tetap aja latency besar ๐Ÿ˜›

Sebagai info tambahan, hal ini sampai mendorong Michael Tippach, seorang programmer dari Jerman, memprogram driver audio untuk interface yang drivernya tidak maksimal (awalnya untuk audio interface dengan driver WDM). Seperti orang yang kurang kerjaan, dia membuat driver ASIO secara gratis ๐Ÿ˜€

Asio4AllControlPanelSilakan ke www.ASIO4ALL.com, download lalu install dan gunakan driver ini sebagai pengganti driver audio Anda apabila Anda merasa driver bawaan interface Anda kurang stabil / maksimal !

Faktor penting lainnya yang berpengaruh pada besar kecilnya latency adalah spesifikasi komputer / laptop yang kita gunakan untuk produksi musik. Kadang-kadang masalah yang ada seperti latency besar dsb itu disebabkan komputer kita kurang canggih untuk melakukan tugas yang berat, BUKAN kesalahan dari koneksi USB v1 atau v2 ๐Ÿ˜€

Lalu…kapan suatu audio interface benar-benar butuh USB v3 ?

Mari kita hitung…dari tabel, USB v3 bisa menyalurkan data sebesar 5Gbit/detik (catatan : Faktor pembagi adalah 1024) maka :

5 Gbit/detik = 5.120 Mbit/detik = 5.242.880 Kbit/detik = 5.368.709.120 bit/detik

Dari situ kita hitung lagi dengan asumsi kita bekerja dengan sample rate 48 kHz dan 24bit :

= 5.368.709.120 bit/detik di bagi (48.000 x 24)

= 5.368.709.120 bit/detik di bagi (1.152.000)

= 4.660,33778

= 4.660 channel audio –> pembulatan !

Jadi kalau Anda ingin memaksimalkan USB v3, berarti mesti mencari audio interface yang bisa merekam 4.660 channel audio atau 2.330 channel input + 2.330 channel output…WOW !

Tambahan sedikit, walau secara spesifikasi USB v3 transfer rate-nya bisa 5Gbit/detik, teorinya saat ini, hardware yang menggunakan USB v3 hanya mampu maksimal 1,6Gbit/detik !

Sebagai penutup, salah satu editor dari majalah audio terkemuka yaitu Sound On Sound, pernah mengatakan bahwa dengan men-seting komputernya dengan benar dan menggunakan komputer dengan spesifikasi yang baik dan audio interface USB v2, dia bisa mencapai latency 1,5ms pada sample rate 44,1kHz !

Bayangkan 1,5 milidetik atau 1,5 per seribu detik yang sama saja dengan tidak terasa ada latency yang mengganggu !

Dan ini terjadi pada tahun 2009 alias beberapa tahun silam dengan USB v2 !

Bagaimana, paham ?

Kali berikutnya ada yang bilang bahwa audio interface 2 in / 2 out atau 4 in / 4 out HARUS menggunakan koneksi USB v3 supaya bekerja lebih baik dan low latency, itu HANYA OMONG KOSONG !

myth_bustedDemikian, semoga bermanfaat ๐Ÿ˜€

Kalau ada pendapat lain, silakan balas di bawah ini…

Biola Besi STROH, Soundbank Kontakt (Freeware)
Ini Dia Soundbank Keyboard FREEWARE Terbaik !

About Agus Hardiman

I’m a music producer, book author, audio lecturer & music technology story teller ! Check my portofolio at http://www.AgusHardiman.com

2 Comments

  1. Nikodemus

    September 30, 2015 at 2:11 am

    Bukan hanya MITOS tapi sudah menjadi bahan untuk para marketing berjualan… hihihihi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *