Kamus Audio ArtSonica

By on May 22, 2014

Kadang-kadang saat mixing atau mastering, klien menggunakan bahasa non-teknis yang susah di mengerti oleh kita yang biasa berbicara teknis. Contoh, klien biasanya ngomong : “Tolong vokalnya jangan terlalu basah, terus bass drumnya dibikin empuk, soundnya dibikin modern, tapi jangan sampe kepedesan ya !” ..Nah loh, bingung gak ? 😀

Karena itu, saya tampilkan kembali ‘Kamus Bahasa Klien’ yang diambil dari forum saya yang lama dulu. Kamus ini hasil masukan dari engineer2 Indonesia seperti Indra Q, Ronnieuedan, Danang blinkerss, Didit Saad, Yogi & kang Dadang dll & juga saya 😀

Enjoy !

A

Adem = Mid high / treble-nya pas.
Alternatif = Level guitar diatas vokal.
Alus = Dynamic / sibilance terlalu terkontrol.


B

Basah = Banyak reverb / low-nya lebar dan pas.
Bass bungkus = Bass-nya kawin dengan kick.
Batu = Bunyi drum yg kulitnya mati nggak ada tone & resonance-nya.
Belekan = Kebanyakan noise.
Berlemak = Porsi bass-nya agak dilebihin.
Bersih = Kebanyakan motong body / tone.
Besi = 5KHz-8KHz kebanyakan.
Bindeng = Mid kebanyakan, mid hi kurang, low kurang.
Bleber = Over di sub bass.
Bluwek = 300-400Hz kebanyakan.
Bulat = Tone-nya bagus.
Bulet = lihat ‘Bulat‘.
Bungkus = Selesai / Well done !
Buyar = Tone-nya nggak jelas, mid kabur.


C

Cemplang = lihat ‘Tipis‘.
Cempreng = 1200-2000Hz kebanyakan.
Cerawak = Mendem dan getas.


D

Dalem = Sub-nya pas.
Denging = Bunyi panjang di Mid (1000Hz – 2000Hz).
Dengung = Bunyi panjang di Mid-lo (160Hz-200Hz).
Desah = Harmonik vokal menonjol di 3KHz + 6KHz + 12KHz.
Dof = Kurang bright.


E

Empuk = Transient lambat tapi frequency range baik / lebar.


G

Garing = Mid hi dan hi dominan, low kurang.
Gelap = 5000-8000Hz kurang.
Gembung = Kebanyakan sub (60-80Hz).
Gemuk = Pas mid low-nya.
Gesit = Transient cepat sekali / good attack.
Getas = Kelebihan / over harmonik suara vokal di 8KHz + 10KHz + 12KHz.
Gondrong = Over sub dan over hi.
Gong = Bass.
Grepyek = Kresek2 / banyak ‘click’.


H

Halus = liat ‘Alus‘.


J

Jazz = Pakai reverb tipe room & predelay 60ms.
Jumping = Out of phase.


K

Kaleng = Mid-hi kebanyakan.
Karaoke = Vokal lebih besar levelnya dari musik dan nggak kawin EQ-nya.
Kasar = Dynamic / sibilance nggak terkontrol.
Kawin = EQ-nya matching antara instrument (kick cinta bass cinta vocal, gitar cinta vocal cinta snare, hi hat cinta acc gtr).
Kayu = 300-400Hz.
Kebuka = 8KHz keatas nggak roll-off.
Kecekek = Over compressed.
Kecrek = Treble.
Kelancipan = Kebanyakan 4000-5000Hz.
Keluar = 1khz-5khz-nya rada over.
Kembung = Kebanyakan mid lo (200Hz).
Kempes = Low / mid low kurang.
Kering = Kurang reverb / low-nya sempit (kena HPF).
Ketumpulan = Kurang di 4000-5000Hz.
Kotak = Kick yang belum di cut di 200hz – 400hz.
Kremek = 3000Hz kebanyakan.
Kuping udah tumpul = Kuping kena burn-out di 4000-5000Hz.


L

Lambat = Transient pelan / slow attack.
Lawas = Sangat dynamic / liar.
Lebar = Extended sub dan hi.
Legit = Overall sound mix-nya pas, cakep, reverb tail pas.
Lepas = Minimal or no compression.


M

Mati = Nggak keluar tone-nya.
Melentung = Snare yang over freq di 800hz – 1khz.
Mendem = Mid kurang.
Mengkilap = Cymbals crash mahal atau senar gtr akustik.
Modern = Sangat ke-compress.


N

Ngegulung = Low-nya banyak yg bocor ke reverb.
Ngejeblug = Sub-nya terlalu lebar, lepas, dan nggak tight.
Ngejedag = Sub-nya tight dan transient-nya gesit.
Ngejembret = Spitty / Hi-nya liar atau kasar.
Nggak kawin = EQ-nya nggak matching.
Nggak keluar = 1K-5K kurang / ketahan.
Ngincrah = Hi transient bagus.
Ngincrang = lihat ‘Ngincrah‘.
Noid = Crowded / kacau.


P

Padet = Release time di sub nggak kepanjangan, pas.
Pasir = Saturasi di mid-hi gitar.
Pedes = 8KHz-12KHz kebanyakan.
Piramid = Stereo image.
Planet = Aneh / nggak jelas.
Pop = Level vokal dan snare sejajar dan diatas yang lain.
Pulen = lihat ‘Empuk‘.


R

Rano Karno = Vokal yang pakai delay / echo yg feedbacknya gede.
Rapet = Abis make multiband compressor.
Rock banget = 1250Hz dan 5000Hz maju kedepan.
Rombeng = Overall sound mix-nya sakit / nyerang dikuping (kaleng banget).


S

Sakit = 8KHz berlebih.
Sempit = Kurang sub dan kurang hi.
Serak = lihat ‘Desah‘.
Suara serigala (wolf tone) = bunyi panjang di freq 400Hz s/d 800Hz.
Sub = Bunyi di lo (30-80Hz).


Kalau ada istilah yang mau Anda tambahkan, posting reply di bawah ini atau posting di social media ArtSonica ya 😉

Semoga bermanfaat !

Tips Bikin Music Scoring
Cara Instan 'Humanize' Drum MIDI pada Pro Tools

About Agus Hardiman

I’m a music producer, book author, audio lecturer & music technology story teller ! Check my portofolio at http://www.AgusHardiman.com

30 Comments

  1. Dicky Sasongko

    October 7, 2014 at 6:36 am

    Luar biasa mas…

  2. Isa Helmi

    October 8, 2014 at 1:15 am

    Setuju

  3. Michael Souhoka

    October 8, 2014 at 1:40 am

    Bulat = Tone-nya bagus.
    Tapi kadang-kadang istilahnya bisa lain kalau lagi mixing drum, khususnya di Tom-Tom. Kalau tom-tomnya kurang di mid EQnya atau kebanyakan di low mereka cenderung bilang, “Tom-tomnya terlalu bulat”. Ini juga terjadi ketika mixing drum machine 80an dari Yamaha yang terkenal Tom-Tomnya punya karakteristik seperti ini, Yamaha RX-5.

    Rano Karno = Vokal yang pakai delay / echo yg feedbacknya gede.
    Entah kenapa nama selebritis Rano Karno sampai dibawa-bawa. Sebenarnya pemakaian nama ini hanya untuk mewakili gambaran akan lagu-lagu jadul yang banyak menggunakan echo dan delay yang sifatnya panjang. Tapi mungkin ada alasan tersendiri kenapa nama “Rano Karno” dipakai sebagai istilah untuk long echo / delay, bukan karena zaman, tapi ada juga salah satu lagu beliau yang ciri-ciri efek delaynya seperti itu, walau nggak ketara banget. Ini juga top di radio dulu, judulnya “Kau Yang Sangat Kusayang” YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=j4IX_6Fx774

    • Agus Hardiman

      October 8, 2014 at 8:17 pm

      Jadi inget lagi lagu jadul Rano Karno itu 😛 Makasih utk tambahannya, semoga melengkapi yang sudah ada, thx !

  4. Isa Helmi

    October 8, 2014 at 1:50 am

    Banyak istilah-istilah yang menggunakan bahasa daerah untuk menggambarkan suara yang diinginkan seperti, seukeut, mbeler, waas, nggronggong, ngembal dll. Bahkan ada yang menggunakan istilah yang ditulispun susah, seperti krghrghk krrrk (saya bingung nulisnya), tetapi cara mengatakannya bisa tergambar hasil yang diinginkannya.

  5. Feby Afriwan

    October 17, 2014 at 1:29 pm

    Bass sama Kick kurang kawin kadang dibilang dengan istilah “Butek”, hehehehe

    • Agus Hardiman

      October 29, 2014 at 10:02 pm

      Menurut saya, Butek itu bukan karena bass n kick kurang kawin tapi lebih seperti ‘Keruh’, karena Butek itu bahasa jawanya Keruh 😀

  6. Feby Afriwan

    October 17, 2014 at 3:37 pm

    ‘Mbleketek’=”keruh’=hasil mix terlalu tersaturasi plug-in…

  7. aal

    October 29, 2014 at 8:56 am

    Tajem dan runcing: 2.5-5khz terlalu naik.. 😀

  8. aal

    October 29, 2014 at 8:57 am

    Lari: keluar dari tempo 😀

  9. angki

    October 29, 2014 at 11:28 am

    hehe ada” ya bahasa klien tuh heheh, kurang krenyess jng” ada juga heheh

    • Agus Hardiman

      October 29, 2014 at 10:03 pm

      Apa artinya ? Kurang renyah alias kurang garing alias kurang treble ? Ayo kasih definisinya juga dong 😀

  10. vision record

    November 27, 2014 at 7:11 am

    NGECESS : loudness pass (maaf kalo salah)
    ngejedug : low mid enak

    gara2 ada client bilang gitu.. awalnya bingung pas liat kamus ini baru paham maksudnya dia.. makasi om agus 🙂

    • admin

      November 28, 2014 at 9:27 pm

      Hahahaha siaaap !

  11. rezroll

    February 5, 2015 at 12:06 pm

    Ada satu lg mas yg mungkin semua temen2 pasti jg pernah kena kata2 ini : “eegghh” (naahh nulisnya susah)
    Exmple : ” sepertinya di bagian ini msh kurang *eegghh* ”

    Naahh… *eegghh* sendiri itu yg gmn saya msh bingung..

    Mohon pencerahan suhu2 😀

    • Agus Hardiman

      February 5, 2015 at 9:41 pm

      Mungkin maksudnya kurang ‘punch’ / kurang nendang. Bisa terjadi karena seting compressor yang lebay (seting ‘attack’ terlalu cepat) yang malah bikin tumpul attack.

  12. rezroll

    February 6, 2015 at 6:27 pm

    Gitu ya.. oke2 makasih mas agus 🙂

  13. awing sutoyo

    March 9, 2015 at 10:30 am

    mantaps kang

  14. Abadi

    July 12, 2015 at 10:00 am

    Kalo istilah dari client saya..

    Folume = volume.
    Fokal = vocal.
    Evek = efek. (maksudnya reverb)
    Bec = back vocal
    Kembangkan = naikin gain / waveform nya digedein.

  15. rutdy

    July 12, 2015 at 2:54 pm

    Ngedik = suara bass drum ‘dik’ (low kecil, high yg banyak). Instruksi pake analogi jam juga masih ada. Low jam 10, mid jam 12, dll. Thanks, sukses bang.

    • Agus Hardiman

      July 12, 2015 at 5:32 pm

      Huahahaha spektakuler…orang analog tuh biasanya yg pake posisi tombol spt jam 😛

  16. Kingly

    January 6, 2016 at 6:57 pm

    ini saya kutip dari komentar temen saya abis dengerin drum covernya selesai di mix

    Crispy/Garing = Overall Pas, Enak didenger.

    dan mungkin ada juga yang pernah ngalamin ini di live sound:

    “gitarnya “ketutup” sama bass” (ato antar instrumen lainnya ato pada vokal)
    “vokalnya jadi “tenggelem” gitu”

    Ketutup/nutup = antar instrument ada yang tidak tidak balance/terlalu kuat/terlalu lemah
    ato
    Tenggelem = lih. ketutup

    • Agus Hardiman

      January 11, 2016 at 12:42 am

      Thanks utk tambahannya !

      Saya tambahkan sedikit juga, kalau Crispy/Garing itu kadang2 berarti 5000Hz ke atas agak banyak.
      Trus Tenggelam/Ketutup = Ada instrumen lain yang frekwensinya tabrakan / nutupin frekwensi instrumen lain, contoh vokal ketutup distorsi gitar karena frekwensi distorsi gitar lebih dominan daripada vokal.

      Thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *